Tags
Hening. Sudah satu jam kita di kamar sempit ini. Menghirup kopi dari cangkir masing-masing. Asap rokok menguar memenuhi udara. Aku menahan untuk tidak batuk.
Suara telepon bordering di kejauhan. Kau berlari ke ruang tamu. Aku terpaku di tempat. Tak mampu bergerak. Memejamkan mata. Menunggu.
Kau berlari lagi, kembali ke kamar. Grusa-grusu. Menyambar jaket. Aku masih terpaku. Kau menghambur keluar. Tumben kau lupa membanting pintu.
Aku tidak tahan lagi. Berlari. Aku berlari mengejar di belakangmu. Aku selalu berlari di belakangmu. Di saat kita berdua diam dalam kamarmu yang pengap, aku selalu mengejarmu. Berharap kau mau memperlambat kecepatanmu dan membiarkanku berlari di sisimu. Kita raih mimpi bersama. Kita rengkuh cita berdua. Tunggu aku. Aku mohon.
Tidak pernahkah kau menengok ke belakang? Tidak sadarkah kau bahwa perempuan yang kau bilang bermata indah itu fiksi? Perempuan bersepatu kaca itu hanya bayangan, sayang. Buka matamu!
Aku tidak tahan lagi. Aku mempercepat lariku. Aku berusaha meraihmu. Mengulurkan tangan jauh-jauh untuk menggapai dirimu. Tidak bisa. Kau terlalu cepat, cinta. Kumohon, pelanlah sedikit!
Aku tidak tahan lagi. Aku melompat! Dapat! Aku menubrukmu keras. Akhirnya, aku menghentikanmu! Namun, terlambat. Perempuan itu sudah ada di pelukanmu.
=====================================================
ditulis untuk #FFDadakan-nya @nulisbuku
hi…blog walking sesama pengejar #FFdadakan hari ini
yo, thx! salam kenal.. :shakehand:
wowww =D> :-bd
thank you..
Dan dia marah karena mengganggunya memeluk seorang wanita.