Nui and The Rest of Her Life Span

25.

Twenty Five.

Banyak orang yang nganggep umur 25 itu sebagai “a quarter time of their life”. Seperempat dari hidupnya.

Well, it works if you have 100 years to live.

Kalo umur lo sampai 50 tahun berarti “half” dong.

Kalo lo cuma hidup sampai 25 tahun 364 hari, hmm, 25 is the end of your life.

So, how many time I got left, I’m thankful for ever being 25.

Many people even didn’t have the chance to land here.

=

Di postingan terakhir gue keliatan lagi stress berat karena hidup gue gitu-gitu aja, ga ada kegiatan, stuck, nganggur, etc.

Sekarang gue udah kerja, udah ga gabut di rumah (tapi gabutnya di kantor… eh….) dan udah ga galau-galau soal cowo lagi.

Ada masalah-masalah yang lebih baru dan ga kebayang sama gue sebelumnya.

Tapi, begitulah hidup.

=

Hari ini gue abis nonton 13 Reasons Why. Maraton di Netflix dari kemaren.

Bikin gue mikir soal hidup gue, orang-orang di sekitar gue dan pikiran-pikiran yang ada selama ini.

Nonton atau baca sesuatu tentang suicide selalu bikin gue baper.

I used to be an over-thinking person. Well, I still am.

Orang-orang di sekitar gue mungkin sadar kalo gue agak “aneh”.

Sejak dahulu kala, gue pendiem.

Pas punya kamar sendiri, gue sering ngunci diri di kamar.

Gue suka marah-marah ga jelas.

Kadang jutekin orang yang ga ngelakuin kesalahan apapun ke gue.

Mood gue kadang bagus, kadang berantakan.

Kadang wise, kadang childish ga ketulungan.

Gue sering nge-judge diri gue sendiri.

Anxiety.

Mood swing.

Bipolar.

Drama Queen.

Introvert.

Dermatillomania.

Trichotillomania.

A shut-in.

Irresponsible adult.

And so on.

Ah, don’t forget the thoughts of suicidal.

But, that’s me.

Nur Fitriyani.

Apapun yang terjadi, apapun yang gue lakuin, gue berusaha untuk bertahan.

Being a “super” ordinary girl is hard, you know. It’s underrated.

Yah, mungkin masalah hidup gue ga seribet masalah hidup orang lain.

Tapi ga punya masalah itu juga masalah.

Gue pikir ketika gue ga punya masalah, hidup gue bisa tenang.

Hell no.

Gue jadi ngebayangin kalo gaada yang peduli sama gue.

Gue ga ada gunanya.

Lalu sedetik kemudian gue mulai cari masalah.

Contohnya?

Muka udah mulus, tinggal satu jerawat yang sebenernya ga ganggu, gue garuk sampe luka.

Dicoba diobatin malah tambah parah.

Sampe orang-orang pada ngira gue kesiram minyak panas.

That’s silly.

Scars can heal and gone.

But the impression of others about me will stay.

It sucks for being too honest about yourself.

And it makes people think I am strange and scared of me.

It’s me, gue sendiri yang bikin lukanya. Gue sendiri yang cari masalah.

Salah gue sendiri, bukan orang lain.

Dasar attention seeker.

Oh, man, I’m over-thinking again, ain’t I?

=

I’m sorry that you’ve wasted your time here.

Let’s just live our life.

And forget what you read.

Nui and Her Stagnant Life

<< Landon Pigg and Lucy Schwartz – Darling I Do >>

This is the song that I play repeatedly very now, while I am writing this post. It’s my habit so I can focus and stop worrying.

Worry.

Do I now?

Udah lama banget gue ga nulis hal yang personal disini.

Padahal blog ini gue buat supaya gue bisa nuangin apa yang ada di otak gue dan jadi memento buat diri gue sendiri.

14479705_10205719585064004_4586322456707599375_n

Tujuh tahun gue sayang-sayang blog ini.

Ganti ini-itu. Nulis ini-itu. Nambahin widget ini-itu.

Gue gamau blog ini cuma jadi ajang nyari viewers. Dan begonya, itu yang lagi gue usahain.

Review ini-itu. Nulis kata-kata orang lain. Ribet nyari gambar orang lain.

Gue kaya hilang arah.

Well, I actually am.

Setahun stuck setelah resmi S.Gz.

Sarjana Gizi.

Apalah arti gelar kalo kita gamau usaha.

Apalah arti gelar kalo males-malesan.

Apalah arti gelar kalo ga punya kenalan.

Apalah arti semua ini…

Apalah apalah apalah…

Tujuh tahun lalu, gue baru lulus SMA.

Langsung ikut tes ini-itu. Universitas sampai sekolah tinggi kedinasan.

Gagal? Sering. Berhasil? Sekali.

Kuliah? Ngga.

Setahun nganggur.

Bagi sebagian orang itu mimpi buruk. Sebagian lagi santai, nikmatin yang ada.

Ketika itu gue jadi yang santai.

Karena gue masih merasa mampu buat kuliah.

Terbukti setahun kemudian gue…. gagal tes perguruan tinggi berkali-kali dan berhasil sekali.

Akhirnya masuk IPB. 5 tahun kemudian gue wisuda.

Jadi Sarjana Gizi.

Apalah arti gelar…. *yah balik lagi kan.

Dan sekarang gue nganggur lagi setahun dan gue berubah jadi yang satunya.

Mimpi buruk.

Dan, lebih horor lagi, setiap hari gue liat orang-orang lalu lalang dengan hidupnya yang ramai.

That’s silly, right?

Grieving on other people lives.

What a foolish.

Just get up and work on your damn own life!

But I just can’t.

Yeah, I know, loser of the year.

Oh, let me curse myself, please.

I’m tired of people thinking about me.

“Kasian ya…”

“Oh belom kerja…”

“Males banget gamau usaha…”

“Dulu gamau organisasi sih…”

“Ga punya temen yang bisa bantu ya…”

“Udah nikah aja…”

“Udah nunggu dilamar aja…”

and so on and on and on.

Sigh, or maybe it’s just me thinking about me and people like me.

(For you, who start thinking ‘gue ga mikir kaya gitu kok…’ Sorry, I’m blocking your mind.)

It sounds selfish and ignorant. But, that’s the honest people are.

I think.

They hurt others with their words, don’t they?

Because the truth must be sharp.

And I try to be true to myself.

Then I hope it could kill me inside.

Nui and The Girl Who Leapt Through Time

Bonjour, ça va?

38eae-moods-etc9

Haha. Sok-sokan pake bahasa perancis.

Yak, abaikan. Beberapa bulan ini bokap mulai masang internet unlimited di rumah dan ternyata musim panas ini banyak dorama bagus penuh cinta. Gue jadi kutu dorama lagi deh.

Salah satunya ini.

Toki o Kakeru Shoujo.

Gadis yang dapat melompati waktu.

The Girl Who Leapt Through Time.

Satu kisah yang entah kenapa dibikin ulang terus.

Pertama kali gue nonton yang versi anime, tahun 2006.

source

Bercerita tentang seorang gadis yang ga sengaja bersentuhan dengan sebuah alat berbentuk biji kenari. Ternyata kenari itu milik seorang cowo dari masa depan. Gara-gara alat ini, dia jadi bisa pindah-pindah waktu. Awalnya dia gunain alat itu buat menyelamatkan dirinya sendiri yang nyaris kecelakaan. Eh, lama-lama dia seenaknya pake buat hal-hal ga penting. Sampai akhirnya satu hal penting itu datang, tapi semuanya udah gabisa diulang lagi. Mungkin.

moods-etc030Pas lagi liat-liat artikel upcoming summer dorama 2016, ternyata ada yang judulnya sama.

capture3 Continue reading

Nui and Orange

Konbanwa, minna~

Hisashiburi!

38eae-moods-etc9

Maap jadi alay jejepangan gini karena gue kemaren lusa abis nonton film Jepang judulnya Orange.

click image for source

Pertama sih nonton karena ratingnya bagus dan pemain itu yang main juga di drama Mare. Yamaken!

Tapi ternyata ceritanya juga bagus banget. Bagus karena related sih sama yang gue rasain.

Ceritanya soal satu cewe yang berusaha menghindari hal-hal yang akan disesalinya di masa depan. Dia dapet surat dari dirinya sendiri sepuluh tahun mendatang. Dia di masa depan ini berharap dengan melakukan hal-hal yang dulu dia tahan-tahan mungkin bakalan bisa mencegah seorang cowo yang disukainya bunuh diri.

moods-etc038

Continue reading

Nui and Slytherin Scarf (pattern inside)

Assalamu’alaikuuuum!

38eae-moods-etc9

Kali ini aku mau posting karya terbaru, yaitu Slytherin Scarf.

Bagi pecinta Harry Potter, pasti udah tau dong, Slytherin adalah salah satu “rumah” atau House yang ada di Sekolah Sihir Hogwarts. Nah, pacarku itu fan-nya Severus Snape, which is dia dulu tinggal di Slytherin House selama sekolah di Hogwarts. Jadi aku bikin scarf ini buat pacarku. Contohnya seperti ini :

6e7fbd3882d6ae855e3d751687877890[1]

click pict for the source

Pertama-tama aku cari pola-polanya di internet. Dapatlah pola gratis disini. Cuman kayanya kok look-nya kurang yah kalo pakai hdc. Aku cari stitch yang pas buat cowo dan kalo bisa lebih rapat. Ternyata ga ada (atau aku yg nyarinya belom tuntas). Soooo, aku buat aja sendiri.

Dari dulu aku pengen belajar tunisian crochet stitch tapi masih gatau mau bikin apa dari stitch ini. Soalnya teksturnya bagus, rapi macam knit. Aku browsing dan belajar dan mulai eksperimen. Aku belum punya hook khusus tunisian stitch jadi aku masih pakai hook yg biasa (Tulip Gold).

Eksperimen pertama aku :

C360_2016-04-25-07-41-24-422_org

Whaaaaat??? Kok jadi mengulung beginiii?? terus jadi kasar, ga halus dan ga fluffy.

moods-etc032

Apakah yang salah? Continue reading

Nui and Hotel Transylvania II

Honestly, this post belongs  to my old blog. But, I really don’t like it. There. That another blog platform.

So, just give this blog, just this blog, some life.

Ah, I’m an Indonesian but I will use English to practice my writing skill. I’m a self-learner, an autodidact one, just so you know. And, please, correct me if I’m wrong.

I wanna have Hotel Transylvania 2 here because I just watched it last weekend. I already watched the first movie a couple months ago. My boyfriend doesn’t, but he also enjoy the second one.

Without further ado, let’s get into it~

 
sources
 

Genre

Animation, Comedy, Family

 

Running Time

89 min.

 

Director

Genndy Tartakovsky

 

Starring

Adam Sandler, Andy Samberg, Selena Gomez, Kevin James, Steve Buscemi, David Spade, Keegan-Michael Key, Asher Blinkoff,Mel Brooks, etc.

 

Synopsis

Everything seems to be changing for the better at Hotel Transylvania… Dracula’s rigid monster-only hotel policy has finally relaxed, opening up its doors to human guests. But behind closed coffins, Drac is worried that his adorable half-human, half-vampire grandson, Dennis, isn’t showing signs of being a vampire. So while Mavis is busy visiting her human in-laws with Johnny – and in for a major cultural shock of her own – “Vampa” Drac enlists his friends Frank, Murray, Wayne and Griffin to put Dennis through a “monster-in-training” boot camp. But little do they know that Drac’s grumpy and very old, old, old school dad Vlad is about to pay a family visit to the hotel. And when Vlad finds out that his great-grandson is not a pure blood – and humans are now welcome at Hotel Transylvania – things are going to get batty! 

 

Love and Hate

It’s a really fun movie with all the lines and gimmicks and gestures and animations. The storyline is simple and light but has a good amount of family vibe. The characters are cute, random  and unique in their own cuteness, randomness, and uniqueness. Umm, yeah, even though the monsters are supposed to be scary, bloody, frigid, frightening, etc, etc… 

My favorite scene? Hmm, that’s hard. My favorite chara? Of course, BLOBBY!

Who’s with me?

 

There are some scenes and jokes that didn’t deliver well  and turned dull. Some jokes are also kinda not suitable for kids and just understandable by adults. But, it’s fine and not too much. Still good to brighten up your weekend.

 

My Rate

Nui and Baymax Amigurumi

Salamlikuuum~ Konnichiwaaa~~ Hisashiburi nee~~

moods-etc9

Rasanya udah lama banget ga ngeblog. *sapu-sapu, bersih-bersih pake kemoceng*

Well, akhir-akhir ini gue kembali menjadi N.E.E.T. (Not in Education, Employment, or Training). Kerennya sih gitu. Kalo di bahasa Indonesia-in yah pengangguranlah istilahnya. moods-etc8

Jadi gue yaaa masih menjalani hobi yang udah pernah gue bahas di blog ini. Crochet.

Udah banyak juga ternyata yang gue bikin dan salah satunya adalah Baymax.

Di postingan terdahulu, gue cuma ngeshare foto kepalanya aja. Sekarang gue udah bikin 2 Baymax. Dua-duanya pesenan temen.

Pas gue cari polanya, entah kenapa yang lucu-lucu itu berbayar semua alias ga gratis. Jadinya gue ngarang-ngarang aja tuh awalnya. Dan inilah hasil yang pertama :

11013409_10203256616411327_7433506579698270702_n

Gendut ke samping.

moods-etc030

Gue bikin lagi untuk kedua kalinya dan hasilnya adalah :

C360_2015-07-29-06-35-19-478

Hmm… lumayanlah ya…

So, gue mau share hasil karangan gue yang kedua ini.

moods-etc055

I’ll use english for the pattern, so it could speak louder to the world.

Baymax Amigurumi Pattern

C360_2015-07-29-06-32-17-861

What You’ll Need : Continue reading